betapa tipis perbedaan antara 2 hal yg saling berlawanan dan akan berbanding lurus mengikuti hukum alam tentang timbal balik atau bahasa lainnya adalah karma, tentu saja bila kita mau melihat dan berpikir segala sesuatu dari berbagai perspektif...
let say, pahit dan manis, betapa seorang anak merasa tersiksa ketika harus merasakan pahitnya jamu untuk mengobati penyakit yg dideritanya, sementara disisi lain manisnya kehidupan akan dirasakan si anak tersebut ketika dia sembuh setelah meminum jamu tersebut.
lalu gila dan jenius, kita sering tidak sadar ketika melihat seseorang melakukan hal yang luar biasa, maka kita akan bilang, "gila tu orang". Perhatikan orang-orang jenius seperti Thomas Alfa Edison, perilakunya sebelum dia menemukan lampu, Newton sebelum dia menemukan teori gravitasi, dan org2 besar lainnya, mereka mungkin dicap gila oleh orang-orang pada waktu itu karena perilakunya yang aneh dan tidak masuk akal ketika melakukan riset ataupun aktifitas lainnya.
cinta dan benci, semakin cinta maka potensi untuk benci setengah mati pun sama besarnya, terutama untuk orang yang tidak cerdas menghadapi perubahan. Ada sepasang kekasih berpacaran selama 9 tahun, sang cowo udah cinta mati ama si cewe, namun tiba-tiba si cewe selingkuh dan meninggalkan si cowo tersebut. walhasil dengan seketika cinta mati berubah menjadi benci setengah mati.
intinya adalah alangkah lebih baik bila kita bisa menyikapi segala sesuatu dari berbagai perspektif, tidak mendewakan rasa, dan bersiap-siaplah hidup dengan perubahan, siap dengan "tiba-tiba" , "ternyata"
salah satu upayanya adalah jalani segala sesuatu dengan tidak berlebihan...tetap berada di tengah dan hindari kondisi "terlalu" atau "banget"
tp ya gitu, ngomong sih gampang, ngejalaninnya ampun2an dah huehuehheue
(susee)